Minggu, Februari 03, 2008

Manajemen Visit ke Ozeki Bento Jungle Resto



Minggu siang ini dilakukan manajemen visit ke Ozeki Bento Jungle Resto. Suasana resto yang berbeda dengan resto Ozeki yang lain (yang memang sebagian besar berada di food courtnya mall) membuat tim manajemen perlu berpikir keras untuk mewujudkan resto yang nyaman bagi semua orang.

The Jungle terletak di area Bogor Nirwana Residence (www.bogornirwana.co.id dengan telepon 0251211290). Dan,katanya jadi wahana wisata air tematik termodern dan terlengkap di Indonesia. Alamatnya di Jalan Bogor Nirwana Raya (Dreded - Pahlawan) Bogor. Pas di kaki Gunung Salak dan Pangrango.
Dibuka tiap hari (kecuali Senin), The Jungle menyediakan Lazy River,Fountain Futsal,Racer Slider,Leisure Pool,Kiddy Pool,Giant Aquarium,Bird Park dan 4D Cinema.

Di area food court,Ozeki Bento berjejer bersama Dinda Cafe (masakan Padang), Bunaken Cafe (masakan Sunda), Sosis Panggang, Oto Bento dan banyak lagi. Pokoknya, meskipun banyak saingan, Ozeki Bento siap maju untuk jadi bento favorit !!!

Ayo,kalau memang mau berenang di kaki gunung... Datang ke The Jungle dan nikmati Ozeki Bento...

Sabtu, Februari 02, 2008

Nikmati Ozeki di The Jungle

Jumat kemarin, pas banjir besar melanda Jakarta (hari pertama di Februari 2008), The Jungle resmi menjadi rumah keenam buat Ozeki Bento. Bermula dari tawaran - profit sharing - via pak Bill, hari Rabu malam, yang langsung dijawab dengan kata "siap" oleh crew Ozeki Bento. Dan, resmi mulai Jumat, para penggemar Ozeki Bento bisa menikmati layanan dan kenikmatannya di The Jungle. Hmmmm.... habis berenang, enak rasanya makan bento nya Ozeki.

Sabtu, Januari 26, 2008

Sibuk dan Puyeng !

Hari ini sebenarnya Ozeki Bento Resto Ciledug dijadwalkan mau dibuka. Cuma, karena si CBD Mall nya juga masih baru dan masih dalam tahap penyempurnaan, maka kepaksa deh semua team lintang pukang menyiapkannya. Tadinya, stall yang didapat secara profit sharing ini (alias tanpa dikenai biaya sewa stall) dijadwalkan dibuka tanggal 25. Tapi, karena keterbatasan waktu yang ada (maklum, semua ownernya adalah karyawan), ditunda ke tanggal 26. Nhah, karena lagi - lagi Sabtu itu menurut orang Jawa kurang pas buat membuka bisnis, akhirnya ya ditunda lagi. Tapi, Minggu, 27 Januari sudah diputuskan jadi tanggal pasti pembukaan.

Minggu, Januari 20, 2008

Waralaba - Harus bisa dapat LABA!

(Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Langsung ke: navigasi, cari)

Waralaba atau Franchising (dari bahasa Prancis untuk kejujuran atau kebebasan[1]) adalah hak-hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun layanan[2]. Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud dengan waralaba adalah perikatan dimana salah satu pihak diberikan hak memanfaatkan dan atau menggunakan hak dari kekayaan intelektual (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan suatu imbalan berdasarkan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak lain tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa[3].
Sedangkan menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang dimaksud dengan Waralaba ialah:
Suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, dimana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.

[sunting] Franchisor dan franchisee

Selain pengertian waralaba, perlu dijelaskan pula apa yang dimaksud dengan franchisor dan franchisee.
Franchisor atau pemberi waralaba, adalah badan usaha atau perorangan yang memberikan hak kepada pihak lain untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas usaha yang dimilikinya.
Franchisee atau penerima waralaba, adalah badan usaha atau perorangan yang diberikan hak untuk memanfaatkan dan atau menggunakan hak atas kekayaan intelektual atau penemuan atau ciri khas yang dimiliki pemberi waralaba[4].

[sunting] Sejarah Waralaba

Perusahaan Coca cola di Atlanta, AS
Waralaba diperkenalkan pertama kali pada tahun 1850-an oleh Isaac Singer, pembuat mesin jahit Singer, ketika ingin meningkatkan distribusi penjualan mesin jahitnya. Walaupun usahanya tersebut gagal, namun dialah yang pertama kali memperkenalkan format bisnis waralaba ini di AS. Kemudian, caranya ini diikuti oleh pewaralaba lain yang lebih sukses, John S Pemberton, pendiri Coca Cola[5]. Namun, menurut sumber lain, yang mengikuti Singer kemudian bukanlah Coca Cola, melainkan sebuah industri otomotif AS, General Motors Industry ditahun 1898[6]. Contoh lain di AS ialah sebuah sistem telegraf, yang telah dioperasikan oleh berbagai perusahaan jalan kereta api, tetapi dikendalikan oleh Western Union[7] serta persetujuan eksklusif antar pabrikan mobil dengan dealer[8].

Mc Donalds, salah satu pewaralaba rumah makan siap saji terbesar di dunia
Waralaba saat ini lebih didominasi oleh waralaba rumah makan siap saji[9]. Kecenderungan ini dimulai pada tahun 1919 ketika A&W Root Beer membuka restauran cepat sajinya. Pada tahun 1935, Howard Deering Johnson bekerjasama dengan Reginald Sprague untuk memonopoli usaha restauran modern. Gagasan mereka adalah membiarkan rekanan mereka untuk mandiri menggunakan nama yang sama, makanan, persediaan, logo dan bahkan membangun desain sebagai pertukaran dengan suatu pembayaran. Dalam perkembangannya, sistem bisnis ini mengalami berbagai penyempurnaan terutama di tahun l950-an yang kemudian dikenal menjadi waralaba sebagai format bisnis (business format) atau sering pula disebut sebagai waralaba generasi kedua. Perkembangan sistem waralaba yang demikian pesat terutama di negara asalnya, AS, menyebabkan waralaba digemari sebagai suatu sistem bisnis diberbagai bidang usaha, mencapai 35 persen dari keseluruhan usaha ritel yang ada di AS. Sedangkan di Inggris, berkembangnya waralaba dirintis oleh J Lyons melalui usahanya Wimpy and Golden Egg, pada tahun 60-an. Bisnis waralaba tidak mengenal diskriminasi. Pemilik waralaba (franchisor) dalam menyeleksi calon mitra usahanya berpedoman pada keuntungan bersama, tidak berdasarkan SARA[10].

[sunting] Jenis waralaba
Waralaba dapat dibagi menjadi dua:
Waralaba luar negeri, cenderung lebih disukai karena sistemnya lebih jelas, merek sudah diterima diberbagai dunia, dan dirasakan lebih bergengsi.
Waralaba dalam negeri, juga menjadi salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup piranti awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik waralaba.

[sunting] Biaya waralaba
Biaya waralaba meliputi:
Ongkos awal, dimulai dari Rp. 10 juta hingga Rp. 1 miliar. Biaya ini meliputi pengeluaran yang dikeluarkan oleh pemilik waralaba untuk membuat tempat usaha sesuai dengan spesifikasi franchisor dan ongkos penggunaan HAKI.
Ongkos royalti, dibayarkan pemegang waralaba setiap bulan dari laba operasional. Besarnya ongkos royalti berkisar dari 5-15 persen dari penghasilan kotor. Ongkos royalti yang layak adalah 10 persen. Lebih dari 10 persen biasanya adalah biaya yang dikeluarkan untuk pemasaran yang perlu dipertanggungjawabkan.

[sunting] Waralaba di Indonesia
Di Indonesia, sistem waralaba mulai dikenal pada tahun 1950-an, yaitu dengan munculnya dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi. Perkembangan kedua dimulai pada tahun 1970-an, yaitu dengan dimulainya sistem pembelian lisensi plus, yaitu franchisee tidak sekedar menjadi penyalur, namun juga memiliki hak untuk memproduksi produknya[11] . Agar waralaba dapat berkembang dengan pesat, maka persyaratan utama yang harus dimiliki satu teritori adalah kepastian hukum yang mengikat baik bagi franchisor maupun franchisee. Karenanya, kita dapat melihat bahwa di negara yang memiliki kepastian hukum yang jelas, waralaba berkembang pesat, misalnya di AS dan Jepang. Tonggak kepastian hukum akan format waralaba di Indonesia dimulai pada tanggal 18 Juni 1997, yaitu dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) RI No. 16 Tahun 1997 tentang Waralaba. PP No. 16 tahun 1997 tentang waralaba ini telah dicabut dan diganti dengan PP no 42 tahun 2007 tentang Waralaba. Selanjutnya ketentuan-ketentuan lain yang mendukung kepastian hukum dalam format bisnis waralaba adalah sebagai berikut[12]:
Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No. 259/MPP/KEP/7/1997 Tanggal 30 Juli 1997 tentang Ketentuan Tata Cara Pelaksanaan Pendaftaran Usaha Waralaba.
Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten.
Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek.
Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.
Banyak orang masih skeptis dengan kepastian hukum terutama dalam bidang waralaba di Indonesia. Namun saat ini kepastian hukum untuk berusaha dengan format bisnis waralaba jauh lebih baik dari sebelum tahun 1997. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya payung hukum yang dapat melindungi bisnis waralaba tersebut. Perkembangan waralaba di Indonesia, khususnya di bidang rumah makan siap saji sangat pesat. Hal ini ini dimungkinkan karena para pengusaha kita yang berkedudukan sebagai penerima waralaba (franchisee) diwajibkan mengembangkan bisnisnya melalui master franchise yang diterimanya dengan cara mencari atau menunjuk penerima waralaba lanjutan. Dengan mempergunakan sistem piramida atau sistem sel, suatu jaringan format bisnis waralaba akan terus berekspansi. Ada beberapa asosiasi waralaba di Indonesia antara lain APWINDO (Asosiasi Pengusaha Waralaba Indonesia), WALI (Waralaba & License Indonesia), AFI (Asosiasi Franchise Indonesia). Ada beberapa konsultan waralaba di Indonesia antara lain IFBM, The Bridge, Hans Consulting, FT Consulting, JSI dan lain-lain. Ada beberapa pameran Waralaba di Indonesia yang secara berkala mengadakan roadshow diberbagai daerah dan jangkauannya nasional antara lain International Franchise and Business Concept Expo (Dyandra),Franchise License Expo Indonesia ( Panorama convex), Info Franchise Expo ( Neo dan Majalah Franchise Indonesia).

[sunting] Tingkat pengembalian
Tingkat pengembalian yang layak dari sebuah waralaba adalah minimum 15 persen dari nilai.

[sunting] Lain-lain
Di Indonesia waralaba yang berkembang pesat dan masih sangat menguntungkan adalah waralaba di bidang makanan (Wong Solo, Sapo oriental, CFC, Hop Hop, Red Crispy, Papa Ron dan masih banyak merek lainnya ).
Waralaba berbentuk retail mini outlet (IndoMaret, Yomart, AlfaMart ) banyak menyebar ke pelosok kampung dan pemukiman padat penduduk.
Dibidang Telematika atau Information & Communication Technology , juga mulai diminati pada 3 tahun terakhir ini berkembang beberapa bidang waralaba seperti distribusi tinta printer refill/cartridge (Inke, X4Print, Veneta dll ) , pendidikan komputer (Widyaloka, Binus ) , distribusi peralatan komputer ( Micronics Distribution ) , Warnet / NetCafe (Multiplus, Java NetCafe, Net Ezy) , Kantor Konsultan Solusi JSI , dll.
Yang juga menguntungkan adalah waralaba di bidang pendidikan (Science Buddies, ITutorNet, Primagama ) , terutama taman bermain (SuperKids) dan taman kanak-kanak(FastractKids, Kids2success , Townfor Kids) , Pendidikan Bahasa Ingris ( EF/English First, ILP, Direct English ) , dll
Perkembangan merek dan waralaba dalam negeri cukup pesat dan pada pameran pameran franchise ditanah air terlihat banyak merek merek nasional Indonesia bersaing dengan merek global dan regional.

[sunting] Catatan
^ Random House Webster's Unabridged Dictionary, 2nd Edition
^ Oxford Learners Pocket Dictionary, New Edition
^ Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1997
^ Pasal:1, PP No.16 Tahun 1997 Tentang Waralaba
^ http://www.referenceforbusiness.com/encyclopedia/For-Gol/Franchising.html
^ http://paroki-teresa.tripod.com/Tonikum_WARALABA1.htm
^ http://invention.smithsonian.org/resources/fa_wu_index.aspx#series2
^ http://findarticles.com/p/articles/mi_m0FJN/is_n8_v30/ai_18728418
^ http://www.aw-drivein.com/About_Us.cfm
^ http://www.republika.co.id/suplement/cetak_¬detail.asp?mid=3&id=1812220&kat_id=105&kat_id=149&kat_id2=202
^ http://www.smfranchise.com/franchise/artiwaralaba.html
^ http://www.smfranchise.com/legalwaralaba.html

[sunting] Referensi
Kompas, Minggu 14 Mei 2006. Hal 31. Oleh: Adler Haymans Manurung, CHFC, RFC. Direktur Fund Management PT Nikko Securities Indonesia.

Yakiniku - niku menopo nggih?


Yakiniku (焼肉, Yakiniku? daging panggang) (http://id.wikipedia.org/wiki/Yakiniku) adalah istilah bahasa Jepang untuk daging yang dipanggang atau dibakar di atas api. Dalam arti luas, yakiniku juga mencakup berbagai masakan daging sapi, babi, atau jeroan yang dipanggang, seperti bistik, panggang daging domba (Jingisukan), dan barbeque.
Daging dipanggang di atas api dari arang atau gas dengan memakai kisi-kisi dari besi atau di atas plat dari besi (teppan). Potongan daging berbentuk segi empat sering ditusuk dengan tusukan dari logam sebelum dipanggang. Sayur-sayuran seperti paprika, bawang bombay sering ikut dipanggang bersama daging. Di rumah makan yakiniku, sesudah dipanggang, daging yang berukuran agak besar sering perlu dipotong dengan gunting di hadapan pengunjung.
Yakiniku sering dikatakan berasal dari makanan Korea seperti bulgogi dan kalbi, dan yakiniku sering disebut BBQ ala Korea[1]. Walaupun demikian, yakiniku di Jepang sering berbeda dengan panggang daging ala Korea antara lain dalam hal saus untuk merendam daging. Kemungkinan besar masakan yakiniku berasal panggang potongan jeroan yang disebut Horumonyaki. Horumonyaki diciptakan oleh imigran Korea di daerah Kansai seusai Perang Dunia II[2]. Istilah "horumon" dalam "horumonyaki" berasal dari dialek Kansai "horumon" (benda buangan) yang digunakan untuk menyebut jeroan. Perbedaan yakiniku dengan bulgogi atau kalbi telah menjadi sangat kabur, karena keduanya juga disebut "yakiniku" di Jepang.
Di rumah makan yakiniku, pengunjung memilih sendiri daging mentah yang diingini, satu per satu menurut jenis atau satu set daging di dalam piring. Pengunjung rumah makan dipersilakan memanggang sendiri daging tersebut. Alat pemanggang daging ada di meja pengunjung, dan bisa berupa alat pemanggang daging dengan sumber api gas atau arang. Sebelum dimakan, daging dicelup ke dalam saus yang disebut tare. Saus ini dibuat dari campuran bahan-bahan seperti kecap asin, sake, gula, bawang putih, dan wijen. Selain itu, yakiniku sering dinikmati dengan garam, merica, dan air perasan jeruk lemon. Yakiniku dimakan dengan nasi putih, sedangkan makanan khas Korea seperti kimchi, nameul, bibimbap sering dihidangkan sebagai makanan tambahan.

Teriyaki bukan Ikan Teri, lho!!!

Teriyaki (http://id.wikipedia.org/wiki/Teriyaki)(sumber dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia. Langsung ke: navigasi, cari)

Teriyaki (照り焼き, てりやき, Teriyaki?) adalah cara memasak makanan Jepang yang dipanaskan atau dipanggang di atas wajan atau kisi-kisi dari besi untuk memanggang dengan menggunakan saus teriyaki (tare). Saus teriyaki dibuat dari kecap asin (shōyu), sake untuk memasak, dan gula pasir dengan takaran 1:1:1.

Kata teriyaki berasal dari kata teri yang artinya bersinar (karena mengandung gula), dan kata yaki yang artinya dibakar atau dipanggang. Sewaktu sedang membuat teriyaki, bahan-bahan makanan yang akan dipanggang dicelupkan dan diolesi dengan saus teriyaki sampai beberapa kali hingga betul-betul masak. Di Jepang, bahan yang banyak dipakai pada masakan teriyaki adalah ikan (salem, tongkol, mackarel, trout, marlin), sedangkan di luar Jepang digunakan berbagai jenis daging (ayam, sapi), atau cumi-cumi maupun bahan dari ubi konnyaku.

Ozeki Bento vs Mister Blek dan Bazz Burger


Hari ini Ozeki Bento BTM - Bogor dapat tamu istimewa. Kami dikunjungi Keluarga Pak Basri Adhi, pemilik franchise Mister Blek dan Bazz Burger (http://bazz-misterblek.blogspot.com/). Pertemuan antar pemilik franchise ini (yang notabene juga pertemuan antar kakak dan adik kelas, karena semuanya sama - sama alumni dari jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor) membuahkan hasil adanya kemungkinan sinergi antar franchise. Yang sempat terbetik tadi antara lain adalah :




  1. kemungkinan join outlet (di even - even yang memang dimungkinkan dengan tujuan menekan biaya penyelenggaraan),
  2. kemungkinan kerjasama produksi (saling memanfaatkan fasilitas produksi yang dimiliki, dengan harapan bisa menekan biaya produksi),
  3. kemungkinan kerjasama pengadaan bahan baku produksi (plus bahan pembantu pemasaran).
  4. saling tukar menukar informasi mengenai produksi, manajemen, pemasaran dan lain - lain.

Siiip lah. Mudah - mudahan sinergi ini bisa berjalan baik dan membawa berkah bagi semuanya. Amiin. Pak Basri Adhi dan keluarga, PF untuk Bazz Burger dan Mister Blek - nya....

Rahasia Jurus Jitu


Rahasia Jurus Jitu menentukan Lokasi Usaha Strategis

NB: Jika mau buka bisnis makanan seperti counter-counter kecil, restorant, atau mini café..atau mau buka toko apapun di pinggir jalan…cocok banget pake tips & trik Rahasia menemukan Lokasi Usaha Strategis dibawah ini : Lokasi usaha sangat menentukan kesuksesan usaha anda.

  • Pilih lokasi usaha yang merupakan tempat Lalu lalang orang/penduduk bukan sekedar lalu lalang mobil. Usahakan Toko atau Counter Usaha Anda mudah dilihat dan praktis ( Jangan tersembunyi atau tidak terlihat ).
  • Tanyakan pada diri anda sendiri sebuah pertanyaan "Berapa penghasilan atau income dari bisnis baru yang akan saya dapatkan jika saya memilih lokasi ini? ', Kemudian pertimbangkan itu, apakah harga sewanya cukup masuk akal? '. Cari faktor-faktor lain, seperti pohon-pohon yang akan menghalangi papan nama toko anda. atau bersebelahan dengan bisnis yang buruk hingga membawa unsur kurang baik disana (kecuali orang itu ada setelah anda). Ingat, suatu lokasi yang lebih baik bukan jawaban untuk semuanya, tetapi hal ini pasti dapat membantu.

Perhatikan !!!

  1. Lokasi harus dilalui & terlihat secara langsung oleh orang yang lalu lalang dengan target utama Misalnya, anak-anak/remaja. Semakin banyak dilalui orang semakin bagus. Target penjualan sekitar 10% dari jumlah orang yang lalu lalang. Percuma jika lokasi ramai dilewati oleh mobil saja karena mereka tidak akan mau turun sekedar untuk beli.*) *)
  2. Jangan Mudah Putus Asa & Menyerah jika anda membuka lokasi yang pertama tidak menunjukan hasil yang memuaskan. Maksimalkan Ikhtiar anda dengan melakukan tindakan marketing atau "Jemput Bola" JANGAN sekedar seperti nunggu warung / nunggu orang datang membeli/Sekedar mengandalkan lokasi saja.
  3. Namun bila ikhtiar marketing atau promosi telah maksimal namun tetap hasilnya tidak terlalu signifikan. Segera pindah lokasi yang lebih baik.
  4. Sewa Lokasi adalah merupakan bentuk bagian dari Investasi. Jadi anda melihat dari sudut pandang Investasi bukan sekedar biaya / pengeluaran.
  5. Pastikan bahwa di sana tidak ada saingan yang sama.
  6. Selalu UJI dan UKUR mulai dengan Sewa Tempat yang murah/terjangkau dahulu.
  7. Lokasi yang bagus tidak harus mahal sewanya, tapi juga jangan semata-mata kita menyewa lokasi karena murah
  8. Jangan berpikir terlalu lama, meskipun hal tersebut baik untuk memberikan rasa aman jika lokasi bagus. . . anda perlu untuk mempertimbangkannya .
  9. Pastikan nama bisnisnya dapat terlihat dengan jelas.
  10. Pastikan bahwa di sana tidak ada saingan yang sama.
  11. Halaman parkir yang luas adalah kelebihan yang besar

Tips & Trik Mencari Lokasi

  1. Amati seberapa banyak jumlah orang yang lalu lalang
  2. Amati jam-jam berapa saja wilayah tersebut ramai dilalui orang-orang
  3. Amati jam-jam berapa saja wilayah tersebut sepi dilalui orang-orang
  4. Jika di sekolah,kampus dll, amati ada berapa jumlah siswa/i atau mahasiswa/i, cermati daya beli siswa/i, jam berapa keluar main, lebih sering jajan / nongkrong diluar atau di kantin (belum tentu/pasti jajan di kantin toh.. )
  5. Amati lebih sering ke arah mana mereka berjalan
  6. Boleh juga upayakan kesepakatan bagi hasil dengan pemilik tempat
  7. Usahakan negoisasi dengan pemilik tempat ambil per bulan dulu.
  8. Usahakan area yang dilalui orang untuk aktivitas tiap harinya memang selalu lewat lokasi yang anda bidik.
  9. Apakah Sabtu atau Minggu ramai? Atau malah sepi ?
  10. Anda juga perlu memperhatikan siklus keramaian kunjungan orang-orang, menandai jam-jam atau hari-hari tertentu.

Jumat, Januari 18, 2008

Ozeki... Mak Nyuzz...


Hehehe

Wah putu tertua Mbah Marsoem ini memang kreatif dalam menciptakan "pekerjaan" kayanya memang nurun dari Eyang Marsoem apa yah... hehehehe

Kalo eyang memang jagonya masak tapi setauku Big Bro jagoan "makann" hehehe slamat deh bossssss makin sukses ajaaaaa....